Minggu, 18 Agustus 2013
Minggu, 04 Agustus 2013
SEDEKAH
Secara harfiyah, sedekah berasal dari kata shadaqa
yang artinya benar. Sedekah adalah pemberian atau perlakukan dari seorang
muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan
jumlahnya sebagai bentuk kebajikan dalam rangka mengharap ridha Allah Swt. Dari
penjelasan seperti ini, sedekah dapat kita pahami sebagai bukti kebenaran iman
dalam berbagai bentuk perbuatan baik, hal ini karena iman harus selalu
dibuktikan dengan amal shaleh atau amal yang baik sehingga setiap kebaikan yang
dilakukan seorang muslim adalah sedekah, Rasulullah Saw bersabda:
كُلُّ
مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ
Tiap perbuatan baik adalah sedekah (HR. Baihaki)
Karena sedekah menjadi bukti dari kebenaran iman
seseorang, maka setiap kita yang telah mengaku sebagai muslim harus bersedekah
sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing, bahkan melakukannya harus
sesegera mungkin dalam arti jangan suka ditunda-tunda, hal ini karena bisa jadi
kita tidak sempat lagi bersedekah karena sudah wafat, apalagi soal kapan kita
mati sama sekali tidak ada diantara kita yang mengetahuinya atau kita mau
bersedekah tapi tidak ada orang yang memerlukannya, Rasulullah Saw bersabda:
تَصَدَّقُوْا
فَاِنَّهُ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ يَمْشِى الرَّجُلُ بِصَدَقَةٍ فَلاَ يَجِدُ
مَنْ يَقْبِلُهَا, يَقُوْلُ الرَّجُلُ: لَوْ جِئْتَ بِاْلأَمْسِ لَقَبِلْتُهَا
فَأَمَّا الْيَوْمَ فَلاَ حَاجَةَ لِي بِهَا
Bersedekahlah kamu sekalian, sesungguhnya akan datang
kepadamu suatu masa dimana seorang lelaki berjalan dengan membawa sedekah tidak
akan menemukan seorangpun yang menerimanya. Lelaki yang dijumpainya berkata:
"andaikata engkau datang kemarin, pasti sedekahmu akan saya terima, hari
ini saya tidak membutuhkannya (HR. Bukhari)
Keharusan
untuk segera bersedekah juga ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya
yang lain sehingga jangan sampai seseorang baru mau sedekah ketika ruh sudah
sampai di tenggorokan, beliau bersabda:
قَالَ
رَجُلٌ, يَارَسُوْلَ اللهِ, اَيُّ الصَدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ اَنْْ
تَصَدَّقَ وَاَنْتَ صَحِيْحٌ شَحِيْحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى
وَلاَ تُمْهِلْ حَتَّى اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا وَ
لِفُلاَنٍ كَذَا
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw:
"sedekah yang bagaimana yang paling besar pahalanya?". Nabi Saw
menjawab: "saat kamu sedekah, hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit
serta saat kamu takut melarat tapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga
ruhmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan
sekian (HR. Bukhari).
Keharusan bersedekah bahkan tetap harus dilakukan atau diberikan meskipun
kepada keluarga yang membenci kita, ini menunjukkan bahwa sedekah yang kita
lakukan adalah karena Allah Swt, bukan karena kepada siapa kita harus
bersedekah, Rasulullah Saw bersabda:
أَفْضَلُ الصَدَقَةِ عَلَى ذِى الرَّحِمِ الْكَاشِحِ
Sedekah yang paling utama adalah yang diberikan kepada
keluarga dekat yang bersikap memusuhi (HR. Thabrani dan Abu Daud).
KEUTAMAAN SEDEKAH
Sedekah
memiliki banyak keutamaan dengan nilai yang besar dalam pandangan Allah Swt dan
Rasul-Nya. Diantaranya, Pertama, dapat menghindarkan seseorang
dari neraka meskipun hanya sedikit yang bisa disedekahkannya, bukan kikir tapi
karena memang ia tidak mampu bersedekah dalam jumlah yang banyak, bahkan
seandainya ia tidak punya apa-apa iapun bisa melakukannya dengan berbicara yang
baik, Rasulullah Saw bersabda:
إِتَّقُوا
النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَاِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Jauhilah neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebiji
kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik
(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Kedua, memperoleh
pahala yang besar, karena pahala suatu amal yang baik seringkali
dilipatgandakan, bahkan bila sedekahnya dalam bentuk wakaf, maka pahalanya bisa
terus mengalir meskipun pelakunya sudah wafat, Rasulullah Saw bersabda:
اِذَا مَاتَ
ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ
Apabila anak Adam wafat, putuslah amalnya kecuali tiga
hal, yakni sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shaleh yang
mendo'akannya (HR. Muslim)
Ketiga,
dapat mendatangkan rizki sebagai balasan langsung dari Allah Swt atas sedekah
yang dikeluarkannya, ini merupakan suatu keberkahan baginya, Rasulullah Saw
bersabda:
اِسْتَنْزِلُوا
الرِّزْقَ بِالصَدَقَةِ
Turunkanlah (datangkanlah) rezkimu (dari Allah) dengan
mengeluarkan sedekah (HR. Baihaki).
ORANG MUKMIN
Ada 3 hal penting yang sering disebut diperlukan oleh setiap seorang Mukmin yaitu iman, ilmu dan amal. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan harus dimiliki untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Untuk dapat beramal dengan benar, maka seseorang harus memiliki ilmu. Beramal tanpa ilmu akan menimbulkan banyak kerusakan. Sebagai contoh, seseorang yang tidak mengetahui hakikat puasa, maka dia berpuasa hanya menahan haus dan lapar saja, tidak menahan ucapan atau perbuatan keji yang dapat merusak ibadah puasa.
Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Barang siapa yang beramal tanpa didasari ilmu, maka unsur merusaknya lebih banyak daripada mashlahatnya” (Sirah wa manaqibu Umar bin Abdul Azis, oleh Ibnul Jauzi).
Orang yang ikhlas beramal, tetapi tidak memiliki pemahaman yang benar dapat merusak amalannya dan bahkan dapat memberikan madhorot kepada orang lain. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa adalah orang yang sesat padahal mereka melaksanakan sholat, puasa, dan amalan lainnya yang sangat banyak.
Sabtu, 03 Agustus 2013
CERAMAH TENTANG KEUTAMAN IBU
Assalamualaikum Wr. Wb.
"…Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya . Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS al-Israa' [17]: 23).
Allah mengajarkan kepada kita agar berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua. Untuk mengatakan kepada keduanya "ah" ( perkataan yang dapat menyakiti hati keduanya ) saja kita tidak diperkenankan apalagi yang lebih dari itu. Pernah suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw, ia bertanya kepada Rasulullah saw," Ya Rasulullah, siapa dari manusia yang paling berhak aku utamakan? Rasulullah saw bersabda "Ibumu". Laki-laki tersebut bertanya kembali, "kemudian siapa lagi?" Rasulullah saw bersabda, "kemudian ibumu". Laki-laki tersebut betanya kembali, "kemudian siapa lagi?" Rasulullah bersabda, "kemudian ibumu". "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah bersabda, "kemudian ayahmu". (HR Muslim ).
"…Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya . Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS al-Israa' [17]: 23).
Allah mengajarkan kepada kita agar berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua. Untuk mengatakan kepada keduanya "ah" ( perkataan yang dapat menyakiti hati keduanya ) saja kita tidak diperkenankan apalagi yang lebih dari itu. Pernah suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw, ia bertanya kepada Rasulullah saw," Ya Rasulullah, siapa dari manusia yang paling berhak aku utamakan? Rasulullah saw bersabda "Ibumu". Laki-laki tersebut bertanya kembali, "kemudian siapa lagi?" Rasulullah saw bersabda, "kemudian ibumu". Laki-laki tersebut betanya kembali, "kemudian siapa lagi?" Rasulullah bersabda, "kemudian ibumu". "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah bersabda, "kemudian ayahmu". (HR Muslim ).
Perkara pertama, hamilnya seorang ibu. Saat seorang
ibu hamil tubuhnya menjadi rentan akan 'bahaya'. Berat tubuhnya menjadi dua
kali lipat, karena memebawa kita di dalam rahimnya. Hal itu berlangsung kurang
lebih selama Sembilan bulan. Kecintaannya kepada kita telah dicurahkannya sejak
saat itu, ia selalu mendahulukan keselamatan bayinya daripada dirinya sendiri.
Ia tidak pedulikan berat beban tubuhnya yang bertambah karena kehdiran kita di
rahimnya.
Perkara kedua, saat ibu melahirkan. Saat-saat inilah yang dinantikan oleh seorang ibu. Saat dimana ia dapat melihat buah hatinya setelah selama kurang lebih sembilan bulan mengandungnya. Namun saat-saat ini juga merupakan saat-saat yang paling beresiko tinggi dalam hidupnya. Karena melahirkan rentan sekali dengan kematian. Tak sedikit ibu yang rela mengorbankan nyawanya demi lahirnya sang buah hati.
Perakara ketiga, saat menyusui dan mendidik. Setelah melewati masa-masa kritis ketika melahirkan. Tugas seorang ibu tidak lantas selesai begitu saja. Ia haruslah menyusui bayinya sebagai makanan pertama si bayi. Dalam benaknya hanya ada bagaimana agar bayinya tumbuh sehat. Paling tidak kebutuhan jasadiahnya terpenuhi. Setelah lewat masa menyusi dan bayinya tumbuh dewasa ia harus mendidiknya agar kelak menjadi anak yang soleh dan solehah. Mendidik dengan cinta kasih dan kesabaran yang bagai sang surya menyinari dunia.
Ketiga perkara tersebut yang menjadikan seorang ibu mempunyai tiga keutamaan daripada seorang ayah. Dan ketiga perkara tersebut tidak pernah bisa kita balas sepanjang hayat kita walaupun dengan emas permata seluruh dunia. Wallahu 'alam bi showab
Perkara kedua, saat ibu melahirkan. Saat-saat inilah yang dinantikan oleh seorang ibu. Saat dimana ia dapat melihat buah hatinya setelah selama kurang lebih sembilan bulan mengandungnya. Namun saat-saat ini juga merupakan saat-saat yang paling beresiko tinggi dalam hidupnya. Karena melahirkan rentan sekali dengan kematian. Tak sedikit ibu yang rela mengorbankan nyawanya demi lahirnya sang buah hati.
Perakara ketiga, saat menyusui dan mendidik. Setelah melewati masa-masa kritis ketika melahirkan. Tugas seorang ibu tidak lantas selesai begitu saja. Ia haruslah menyusui bayinya sebagai makanan pertama si bayi. Dalam benaknya hanya ada bagaimana agar bayinya tumbuh sehat. Paling tidak kebutuhan jasadiahnya terpenuhi. Setelah lewat masa menyusi dan bayinya tumbuh dewasa ia harus mendidiknya agar kelak menjadi anak yang soleh dan solehah. Mendidik dengan cinta kasih dan kesabaran yang bagai sang surya menyinari dunia.
Ketiga perkara tersebut yang menjadikan seorang ibu mempunyai tiga keutamaan daripada seorang ayah. Dan ketiga perkara tersebut tidak pernah bisa kita balas sepanjang hayat kita walaupun dengan emas permata seluruh dunia. Wallahu 'alam bi showab
Wassalamualaikum .Wr.Wb
HARI/TANGGAL : 29 JULI 2013
MUSSOLAH NUR'RUL HUDA
PENCERAMAH : MISKADI
KULIAH SUBUH
KULIAH SUBUH
PENTINGNYA SHOLAT
Assalamu'ala ikum Wr. Wb
Alhamdulillah Puji syukur berkat rahmat Allah Yang Maha Esa. Saya dapat memosting ceramah mengenai sholat.
Sholat merupakan Rukun Islam yang Ke 2 dan siapapun yang melaksanakan kewajiban tersebut insyaallah mendapatkan surga allah. Dan banyak sekali keunggulan dalam sholat yaitu diterangkan dalam hadist.
INNA SHOLATA TANHA NGANIL FASYAI WAL MUNGAR
Artinya : Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Dan maka dari itu marilah kita kerjakan sholat itu dengan benar-benar dan khusuk. amin
dan sholat itu adalah tiangnya agama barang siapa yang tidak melaksanakan sholat maka dia merebohkan agamanya.
Assolatu 'Imaduddin sholat itu tiangnya agama
Demikian ceramah singkat dari kami mudah-mudahan bermanfaat.
Sumber :
HARI /TANGGAL : MINGGU/28 JULI 2013
MUSHOLAH NUR"RUL HUDA
PENCERAMAH : SAEFUDIN
KULIAH SUBUH
Alhamdulillah Puji syukur berkat rahmat Allah Yang Maha Esa. Saya dapat memosting ceramah mengenai sholat.
Sholat merupakan Rukun Islam yang Ke 2 dan siapapun yang melaksanakan kewajiban tersebut insyaallah mendapatkan surga allah. Dan banyak sekali keunggulan dalam sholat yaitu diterangkan dalam hadist.
INNA SHOLATA TANHA NGANIL FASYAI WAL MUNGAR
Artinya : Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Dan maka dari itu marilah kita kerjakan sholat itu dengan benar-benar dan khusuk. amin
dan sholat itu adalah tiangnya agama barang siapa yang tidak melaksanakan sholat maka dia merebohkan agamanya.
Assolatu 'Imaduddin sholat itu tiangnya agama
Demikian ceramah singkat dari kami mudah-mudahan bermanfaat.
Sumber :
HARI /TANGGAL : MINGGU/28 JULI 2013
MUSHOLAH NUR"RUL HUDA
PENCERAMAH : SAEFUDIN
KULIAH SUBUH
Langganan:
Postingan (Atom)